Monday, June 3, 2013

Dialog Sang Buddha dengan Muridnya

TEGA - Kerusuhan sektarian kembali terjadi dan terus menyebar di wilayah Myanmar. Di kota Lashio, Shan, sejumlah pertokoan, sebuah masjid dan panti asuhan hangus dibakar massa dalam kerusuhan yang terjadi, Rabu 29 Mei 2013 (Kerusuhan Sektarian yang Tak Padam di Myanmar).

foto kerusuhan di myanmar rohingya



Tentu kita yang tinggal di Indonesia ikut prihatin dengan kejadian tersebut. Kita berharap kerusuhan sektarian di Myanmar dapat mereda. Masing-masing pihak yang bermusuhan saling menahan diri, tidak melakukan tindakan provokasi, tidak saling menghujat dan mengejek. Pemerintah Myanmar hendaknya melindungi seluruh penduduknya tanpa memandang etnis dan agama yang dianutnya, hukum ditegakkan, mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk ikut meredam kerusuhan.

Tampaknya di berbagai belahan dunia semakin tidak nyaman dan aman untuk bertempat tinggal. Seperti misalnya di Myanmar terus dilanda kerusuhan antar etnis. Mari kita renungkan bersama dialog Sang Buddha dengan muridnya di bawah ini.

Dalam Kitab Milal wan Nihal yang disusun oleh Muhammad bin Abdul Karim asy-Syahrostani bab al-Buudziyyah halaman 14 diceritakan ketika Siddhartha Gautama (SG) akan melepaskan muridnya yang bernama Buriba (B) untuk berdakwah menyebarkan agama Buddha, terjadi dialog antara Sang Buddha dengan muridnya tersebut sebagai berikut :

SG : "Wahai Buriba, bila kamu nanti di masyarakat dicaci maki, dihina, dijelek-jelekkan, bagaimanakah sikapmu ?".

B : "Saya bersyukur kepada mereka, karena mereka tidak sampai memukuli saya".

SG :"Jika mereka memukuli kamu atau melempar kamu dengan batu, bagaimanakah kamu ?".

B : "Saya bersyukur kepada mereka, karena mereka tidak memukuli diriku dengan tongkat atau dengan pedang".

SG : "Bila mereka memukuli kamu dengan tongkat atau dengan pedang, bagaimanakah sikapmu ?".

B : "Saya bersyukur kepada mereka, karena mereka tidak menghancurkan hidupku".

SG : "Dan jika mereka menghancurkan hidupmu, bagaimanakah sikapmu ?".

B : "Saya bersyukur kepada mereka, karena mereka melepaskan ruh saya dari penjara jasad yang buruk, mereka bukan menyakiti saya yang sangat".

SG : "Baik kamu yaa Buriba, dengan sesuatu yang telah didatangkan kepadamu tentang kesabaran, keteguhan, kekuatan ikatan, ketetapan hatimu, maka pergilah kamu dakwah kepada kabilah dan tegaklah di dalamnya. Sebagaimana kamu datang ke pantai maka sampailah mereka denganmu, sebagaimana kamu jaya, maka jayakanlah mereka bersama kamu, sebagaimana kamu telah sampai kepada maqom Nirvana (surga) yang sempurna, maka sampailah mereka pula bersama kamu".

Semoga dialog antara Sang Buddha dengan muridnya yang bernama Buriba ini dapat diambil hikmahnya.

(1). Apabila ada orang yang berbuat kebaikan kemudian orang itu dibalas dengan kebaikan adalah hal yang biasa.

(2). Apabila ada orang yang berbuat kejelekan kemudian orang itu dibalas dengan kejelekan adalah hal yang biasa.

(3). Apabila ada orang yang berbuat kebaikan kemudian orang itu dibalas dengan kejelekan adalah hal yang banyak terjadi.

(4). Apabila ada orang yang berbuat kejelekan kemudian orang itu dibalas dengan kebaikan adalah hal yang luar biasa.

No comments:

Post a Comment