Monday, May 27, 2013

Belajar dari singapura, negara kecil yang baru berumur 20 tahun

Begitu lembaran 10$ masuk ke mesin CDM, EZ link card itu langsung saya ambil. Kartu prabayar mirip kartu ATM itu langsung saya bawa ke pintu peron. Normalnya pintu peron tersebut akan terbuka secara otomatis jika kartu yg mirip ATM itu ditempelkan.
Tetapi kenyataanya pintu tersebut tetap saja tidak terbuka ketika kartu itu ditempelkan. Mungkin saja pintu yang ini rusak, kemudian saya pindah ke pintu lain, tapi ternyata tetap saja tidak bisa dibuka dengan kartu saya.

patung air mancur singa di singapura



saya pun segera menuju ke konter Customer Service yang berada tak jauh dari mesin CDM tempat saya melakukan isi ulang kartu EZ tadi. setelah saya sampaikan pada petugas yg seaorang perempuan seperti berparas india melayani dengan cekatan dan ramah, kartupun diperiksa. diketahui ternyata saldo pada kartu saya tidak cukup untuk membuka pintu peron. 10$ yang saya masukan melalui mesin CDM belum tertambahkan ke saldo kartu saya.
Mala, nama CS tsb, meminta saya menunjukan struk CDM. saya tidak bisa memenuhi permintaanya karena memang struk tersebut tidak saya ambil. Sengaja struk tidak saya ambil karena memang biasanya tidak terjadi masalah pada isi ulang kartu yang dipakai untuk ongkos naik kendaraan umum di singapur ini (kereta,bus,dll).
Karena saya tidak bisa menunjukan struknya Mala pun tak bisa langsung menambahkan saldo SGD 10 ke kartu saya, karena dia butuh nomor transaksi yang tercetak di struk yang telah saya buang.
akhirnya saya pun kembali ke mesin CDM dan mencari struk saya tadi ternyata struk sudah terbuang di tempat sampah bersama ribuan struk lainya (mirip struk-struk yang dibuang di tempat sampah di atm-atm indonesia). Akhirnya saya pun kembali ke Mala dengan tangan kosong. Akhirnya Mala meminta saya mengisi sebuah formulir laporan, Data paspor, nomor kartu prabayar yg bermasalah, no tlp. setelah saya tanda tangani Mala pun dengan ramah menerimanya. dia berjanji menyelesaikan masalah saya secepatnya.
kemudian saya meninggalkan counter tersebut dan singkat cerita akhirnya malam tiba, selepas isya saya menerima tlp dari Mala, ia memberitahukan kpd saya bahwa masalah kartu saya telah terselesaikan, saldo sudah berhasil ditambahkan. dia mempersilahkan untuk sewaktu2 mengambil kartu saya di counternya.
keesokan harinya saya pun datang untuk mengambi kartu saya. sambil menerima kembali kartu saya dan mengucapkan terma kasih saya pun penasaran bagaimana dia bisa memproses kartu saya begitu cepat kurang dari 24jam tanpa mengetahui no transaksinya.
setelah saya tenyakan perihal itu kepadanya ternyata jawabanya adalah sama sekali diluar dugaan. Mala si customer service tersebut mencari struk CDB transaksi saya dari tong sampah.berarti dia telah memeriksa ribuan struk kecil 3×4 cm di sebuah tong sampah besar hanya untuk mencari 1 struk transaksi saya. Dia membaca satu persatu struk mencocokan dengan nomor kartu saya, melakukan dengan tekun sampai ketemu. ketulusan dalam pelayanan saya tangkap terpancar dari tutur kata dan raut wajahnya. untuk layanan ini, saya sama sekali tidak ditarik bayaran. bahkan saya juga tidak disuguhi wajah cemberut karena kesalahan saya tidak menyimpan struk transaksi.

Begitu lembaran 10$ masuk ke mesin CDM, EZ link card itu langsung saya ambil. Kartu prabayar mirip kartu ATM itu langsung saya bawa ke pintu peron. Normalnya pintu peron tersebut akan terbuka secara otomatis jika kartu yg mirip ATM itu ditempelkan.
Tetapi kenyataanya pintu tersebut tetap saja tidak terbuka ketika kartu itu ditempelkan. Mungkin saja pintu yang ini rusak, kemudian saya pindah ke pintu lain, tapi ternyata tetap saja tidak bisa dibuka dengan kartu saya.

saya pun segera menuju ke konter Customer Service yang berada tak jauh dari mesin CDM tempat saya melakukan isi ulang kartu EZ tadi. setelah saya sampaikan pada petugas yg seaorang perempuan seperti berparas india melayani dengan cekatan dan ramah, kartupun diperiksa. diketahui ternyata saldo pada kartu saya tidak cukup untuk membuka pintu peron. 10$ yang saya masukan melalui mesin CDM belum tertambahkan ke saldo kartu saya.

Mala, nama CS tsb, meminta saya menunjukan struk CDM. saya tidak bisa memenuhi permintaanya karena memang struk tersebut tidak saya ambil. Sengaja struk tidak saya ambil karena memang biasanya tidak terjadi masalah pada isi ulang kartu yang dipakai untuk ongkos naik kendaraan umum di singapur ini (kereta,bus,dll). Karena saya tidak bisa menunjukan struknya Mala pun tak bisa langsung menambahkan saldo SGD 10 ke kartu saya, karena dia butuh nomor transaksi yang tercetak di struk yang telah saya buang.

akhirnya saya pun kembali ke mesin CDM dan mencari struk saya tadi ternyata struk sudah terbuang di tempat sampah bersama ribuan struk lainya (mirip struk-struk yang dibuang di tempat sampah di atm-atm indonesia). Akhirnya saya pun kembali ke Mala dengan tangan kosong. Akhirnya Mala meminta saya mengisi sebuah formulir laporan, Data paspor, nomor kartu prabayar yg bermasalah, no tlp. setelah saya tanda tangani Mala pun dengan ramah menerimanya. dia berjanji menyelesaikan masalah saya secepatnya.

kemudian saya meninggalkan counter tersebut dan singkat cerita akhirnya malam tiba, selepas isya saya menerima tlp dari Mala, ia memberitahukan kpd saya bahwa masalah kartu saya telah terselesaikan, saldo sudah berhasil ditambahkan. dia mempersilahkan untuk sewaktu2 mengambil kartu saya di counternya.

keesokan harinya saya pun datang untuk mengambi kartu saya. sambil menerima kembali kartu saya dan mengucapkan terma kasih saya pun penasaran bagaimana dia bisa memproses kartu saya begitu cepat kurang dari 24jam tanpa mengetahui no transaksinya.

setelah saya tenyakan perihal itu kepadanya ternyata jawabanya adalah sama sekali diluar dugaan. Mala si customer service tersebut mencari struk CDB transaksi saya dari tong sampah.berarti dia telah memeriksa ribuan struk kecil 3×4 cm di sebuah tong sampah besar hanya untuk mencari 1 struk transaksi saya. Dia membaca satu persatu struk mencocokan dengan nomor kartu saya, melakukan dengan tekun sampai ketemu. ketulusan dalam pelayanan saya tangkap terpancar dari tutur kata dan raut wajahnya. untuk layanan ini, saya sama sekali tidak ditarik bayaran. bahkan saya juga tidak disuguhi wajah cemberut karena kesalahan saya tidak menyimpan struk transaksi.

1 comment:

  1. Negeri 'kecil' dan maju ini memang 'hebat' menjadi contoh bagi negara yang lain utamanya tetangga di sekitarnya. Kisah pengalaman pribadi yang amat menarik. Layanan yang sangat-sangat prima dan profesional. Melayani dengan 'setulus hati', sapaan yang ramah, tanpa cemberut, dengan senyuman yang melegakan hati. Kapan Indonesia bisa seperti Singapura ? Semoga tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapainya. Indonesia Bisa !

    ReplyDelete